Apr 25, 2010

Home » » » » struktur kontrol pada bahasa pemrograman c++

struktur kontrol pada bahasa pemrograman c++


Apa yang ada di benak teman-teman sekalian ketika mendengar struktur kontrol??
Apa??
Oh.. maaf.. maksud saya bukan Kon***!! Tolong jangan perfikiran begitu ya!!???!
Lho.. padahal saya yg berfikiran begitu.. he he he..
oke, struktur kontrol pada bahasa pemrograman c++ sangat diperlukan untuk membuat program dengan kondisi bersyarat atau proses pemilihan sesuai dengan kondisi yang digunakan. Untuk itu, bahasa pemrograman c++ menyediakan beberapa struktur kontrol yaitu :
1. if
2. if else
3. switch case
Perintah IF dalam bahasa pemrograman C++ juga digunakan untuk
menyatakan pernyataan kondisional (bersyarat). Sintax sederhana IF
adalah :

if (kondisi)
statement;

Apabila statement yang akan dilakukan lebih dari satu, maka sintaksnya
menjadi :

if (kondisi)
{
statement1;
statement2;
..}

Statement pada sintaks di atas akan dilakukan jika kondisinya bernilai (benar)TRUE.



jika kita lihat flowchartnya, maka akan menjadi seperti ini



Ketika ada satu kondisi, maka program akan mengecek pada bagian belah ketupat dan memprosesnya.
Jika benar maka akan mencetak statement yang ada
Jika salah akan langsung keluar dari program



untuk contoh programnya silakan lihat di sini
IF ELSE
Statement IF juga dapat ditambahkan ELSE sebagai konsekuensi alternatif
jika kondisi tidak dipenuhi (FALSE).

Sintaksnya:

if (kondisi)
{
statement1;
statement2;
..}
else {
statement1;
statement2;
}

Selain itu, IF juga dapat berbentuk seperti di bawah ini.

if (kondisi1)
statement1;

else if (kondisi2)
statement2;

else if (kondisi3)
statement3;
..
else statement;


untuk contoh program pengaplikasiannya, silahkan lihat di sini..
SWITCH CASE
Pernyataan swich adalah pernyataan yang digunakan untuk menjalankan salah
satu pernyataan dari beberapa kemungkinan pernyataan, berdasarkan nilai dari sebuah
ungkapan dan nilai penyeleksian.
Pernyataan ifelse if jamak dapat dibangun dengan pernyataan switch.
Sintaksnya :

switch (variabel)
{
case value1 : statement1;

break;

case value2 : statement2;
break;

case value3 : statement3;
break;

case valueN : statementN;
break;

default : statement_lainnya; /* opsional */
break;
}
penting!!

Dibelakang keyword case harus diikuti oleh sebuah konstanta (dalam permasalahan diatas, adalah value....)  tidak boleh diikuti oleh ekspresi ataupun variable, dan konstanta yang digunakan mesti bertipe int atau char

Hm.. kemudian apa ya??..... kok jadi hang gini otakku nih…

Oh.. ya.. lupa


 maksud penggunaan break; adalah sebagai berikut :

PERHATIKAN SINTAKS DIATAS….

Hm... begini. anggap sintaks di atas tadi kita anggap tidak berisi break.
apabila variabel sesuai dengan value2
maka statement2, statement3 sampai dengan statement_lainnya juga dieksekusi. Untuk
mencegah hal tersebut, maka dari maka itu (ha ha ha… nih..kebiasaan nih.. penggunaan maka yang berlebihan!!)  digunakanlah keyword break;.

Jika keyword break digunakan, maka setelah statement2 dieksekusi, program langsung keluar dari pernyataan switch, atau bisa juga di gunakan untuk keluar dari pernyataan yang berulang-ulang bisa juga di sebut looping.(tambah ruwet ya???)
Statement_lainnya dieksekusi jika value1 sampai valueN tidak ada yang
memenuhi variabel

nah… pepatah mengatakan (itu juga konon katanya!! He he he) teory 10 %, practise 90%. Maksudnya apa ya?? He he he.. ok.. untuk memperjelas maksud saya tadi.. silakan lihat contoh programnya di sini.

Ok.. sekian dulu nih.. moodku tuk menulis udah ilang.. he he…
Salam Hangat…


Artikel yang Berkaitan :

0 comments:

Post a Comment

Para pengunjung yang terhormat, berhubung saya baru belajar, mohon kritik dan saran yang membantu..

silakan tinggalkan komentar...