Apr 14, 2010

Home » » Sejarah perkembangan BUS

Sejarah perkembangan BUS


Om Suastiastu.
pada kesempatan kali, saya ingin sekali berbagi informasi kepada para pembaca tentang sejarah perkembangan bus pada sistem komputer. posting ini saya dedikasikan untuk memenuhi tugas dari sekolah saya.. ha ha ha..

eiitz... stay tune!!

okey.. ini dia.. saya lupa pernah baca dari mana ya???.. maaf  bagi penulis asli artikel ini. saya salin barang sedikit saja,,

okey.. 


Generasi pertama
Beberapa dari masalah yang ditemui instruksi - instruksi, diantaranya ialah
adanya interupsi. Komputer menangani interupsi (permintaan dari modul I/O)
tersebut dengan menunggu sampai looping pada interupsi tersebut selesai dan
perangkat external komputer kembai siap untuk bekerja.
Beberapa waktu setelah itu,beberapa komputer mulai untk mentransfer
data dari memori ke seluruh bagian CPU. Dalam hal ini, komputer akan
mmprioritaskan pentransferan data mellui bus ke bagian program yang
diinterupsi. Sistem bus pada mikrokomputer hakekatnya terhubung langsung ke
pin – pin pada CPU atau dengan cara melewati amplifier untuk
menghubungkannya.
Memori dan device lainnya akan ditambah ke bus dengan mnggunakan
alamat yang sama dan pin – pin data yang ada pada CPU secara paralel.
Komunkasi antar device tersebut dikontrol oleh CPU, yang mana data
dibaca dan ditulis dari device- device yang ada baik dari maupun ke
memori,seluruhnya dibawah kendali CPU. Bahkan dadangkala hal terbut
dilakukan dlm 1 waktu.
Seperti yang pernah dibicarakan sebelumnya, device – device komputer
mengeluarkan interupsi (pemintaan pelayanan) ke CPU dengan cara
memberikan sinyal – sinyal melalui pin – pin pada CPU. Umpamanya,
pengontrol disk drive memberikan sinyal interupsi ke CPU, yaitu diantaranya
memberitahukan kepada CPU bahwa data yang ada pada memori tersebut telah
siap dibaca. Dengan begitu CPU akan memindahkan data dengan membaca
alamat memori yang diberikan oleh disk drive ersebut. Hampir semua
mikrokomputer dibangun dengan menggunakan metode ini, yakni dimulai
dengan bus S-100 di Altair.

Dalam pengumpamaan yang sama, sebagian besar tokoh di PC IBM, terus
bekerja keras untuk mengembangkan metode pntransferan data yang ada pada
komputer sebelumnya dengan mengimplementasikan bus – bus I/O secara
terpisah, meskipun jika dilihat secara keseluruhan, dari segi pengaksesan
perangkt keras maupun memori, hal tersebut tidak meningkat terlalu signifikan.
Sistem bus yang sederhana ini memiliki permasalahan yang serius ketika
digunakan pada komputer untuk kepentingan umum (generaL purpuse
computer). Seluruh peralatan yang ada pada bus memiliki kemampuan untuk
berkomunkasi dengan kecepatan yang sama dan dalam waktu yang sama pula.
Meningkatkan kecepatan komputer merupakan pekerjaan yang berat,
karena yang pertama kali harus ditingkatkan kecepatannya ialah keselurukan
kerja dari device – device komputer yang ada dengan sebaik mungkin. Ketika
kerja device – device yang ada tidak dapat dipercepat secepat kerja komputer
baik secara praktek maupu ekonomis, maka CPU akan bekerja lebih lambat
untuk sementara demikian pula kecepatannya untuk berhubungan dengan
device - device tersebut. Sementara itu bus sistem juga bekerja lebih berat
untuk mengkonfigurasikan ketika dibangun dari perlengkapan yang biasa. Karna
membutuhkan penambahan kartu ekspansi dan membutuhkan banyak jumper
dalam satu set alamat memory, I/O, prioritas interupsi dan nomor interupsi

Generasi kedua
Sistem bus generasi kedua dinamakan NuBus, sebagai penyelesaian dari
berbagai masalah. NuBus memisahkan komputer menjadi dua yaitu (CPU dan
memory) dan perangkat keras lainnya, dengan sebuah bus controller di
antaranya. Ini akan membuat CPU menjadi lebih cepat tanpa dipengaruhi BUS.
Ini menyebabkan lebih banyak beban untuk memindahkan data keluar dari CPU
dan masuk kedalam kartu melalui bus Controller. Jadi perangkat keras pada BUS
dapat terhubung ke setiap bagian tanpa intervensi dari CPU. bus ini dapat
memindahkan lebih banyak data disesuaikan dengan besarnya data yang akan
dipindahkan, mulai dari 8 bit perdetik secara paralel pada generasi pertama,
hingga 16 atau 32 bit perdetik. Semakin waktu semakin baik sejalan dengan
perkembangan software setupnya. ( sekarang menjadi suatu standar dari plug-nplay)
untuk menggantikan jumper.
Bagaimanapun juga sistem baru ini memberikan suatu kualitas yang lebih
baik dari generasi sebelumnya. Oleh karena itu setiap bus dapat terhubung
dalam kecepatan yang sama. Ketika CPU dan Memory dirancang terpisah CPU
pun terus berkembang sehingga dapat meningkatkan kecepatannya. CPU dan
Memory dapat meningkatkan kecepatan lebih cepat dari bus. Jadi kecepatan bus
sekarang lebih lambat dari pada apa yang sistem modern butuhkan. Komputer
menjadi lebih berat dalam menyalurkan data. Contoh dari masalah ini adalah
kartu video yang sangat cepat seperti bus baru yaitu PCI, dan komputer mulai
memasang AGP hanya untuk digunakan sebagai kartu video. Pada tahun 2004
AGP terus berkembang menjadi lebih besar sebagai kartu video high-end, dan
akhirnya digantikan oleh keberadaan bus baru PCI Express.
Dengan penambahan jumlah dari perangkat keras external ini akan
membuat sistem bus bekerja dengan baik. Ketika disk drive pertama kali
diperkenalkan, ini akan ditambahkan ke CPU dengan sebuah kartu ke dalam bus.
Oleh karena itu komputer – komputer memiliki banyak slot diatas bus. Tapi pada
pertengahan tahun 1980 dan 1990, sistem baru seperti SCSI dan IDE
diperkenalkan untuk melayani kebutuhan tersebut, meninggalkan banyak slot
pada sistem modern. Sekarang terdapat 5 bus berbeda dalam suatu komputer
yang didukung oleh berbagai macam perangkat keras.

Generasi ketiga
Pada generasi ketiga ini bus telah muncul di pasaran sejak tahun 2001
yang menyertai Hyper Transpord dan InfiniBand. Bus ini sangat flexible dalam
menghubungkannya. Bus ini dapat digunakan bersama seperti internal bus.
Sebaik sambungan mesin bersama ini akan menyelesaikan permasalah ketika
mencoba meminta service atau pelayanan yang berbeda. Pembuat software
berkerja keras untuk menyesuaikan dengan sistem ini, karena tidak sesuai
dengan perangkat keras itu sendiri, umumnya bus pada generasi ketiga ini
cenderung untuk suatu network dari pada konsep dasar suatu bus, bus dengan
protokol tinggi lebih dibutuhkan dari sistem yang juga memberikan multiple
device untuk digunakan dalam satu bus.

Artikel yang Berkaitan :

1 comments:

Post a Comment

Para pengunjung yang terhormat, berhubung saya baru belajar, mohon kritik dan saran yang membantu..

silakan tinggalkan komentar...